Minggu, 21 November 2010

NETWORK MARKETING, BISNIS ATAU TIPUAN?

PERBEDAAN ANTARA PELUANG NETWORK MARKETING YANG RESMI DENGAN SKEMA PIRAMIDA

Lupakan program kompensasi yang menyerupai piramida dan orang-orang akan menyebut bisnis pemasaran jaringan anda sebagai “salah satu tipuan.” Kenyataannya, setiap model bisnis yang menguntungkan dan tahan lama didunia menggunakan struktur piramida. Ini memperlihatkan bahwa orang-orang kurang percaya dengan bentuk piramida, dan terlebih lagi dengan bagaimana membentuk, membangun dan mempertahankannya. Dalam artikel ini, akan dijabarkan bagaimana cara memahami model networking apa saja diluar skema pencetak uang penuh kebohongan yang beredar didunia
MENCARI KEBENARAN
Pada dunia informasi yang serba ada saat ini, Google melaporkan 830 juta hasil pencarian dan pencarian istilah ‘Network Marketing.’ Masing-masing hasil menawarkan perspektif baru terhadap industri yang banyak dipahami secara salah dan diperdebatkan ini.
Wikipedia, yang menjadi Cawan Suci bagi infirmasi berbasis pengguna mendefinisikan network marketing sebagai:
Network Marketing adalah suatu strategi pemasaran yang memberikan imbalan kepada promoter perusahaan direct selling bukan hanya dari penjualan produk yang mereka hasilkan, namun juga atas penjualan orang-orang yang direkrutnya ke dalam perusahaan tersebut. Produk dan perusahaan biasanya dipasarkan secara langsung kepada konsumen dan rekanan bisnis yang potensial melalui referensi hubungan dan pemasaran lisan.
Semudah itulah, dari 830 juta hasil pencarian melalui google, dapat diterka bahwa sekitar 50% di antaranya mungkin berbicara tentang kebohongan; bagaimana network marketing telah meruntuhkan perekonomian; bagaimana ‘para korban’ kehilangan jutaan; dan orang-orang yang mempromosikan perusahaan direct selling harus diabaikan. Dengan banyaknya perbincangan tak terkendali di dunia cyber mengenai industry ini, sulit ditarik kesimpulannya. Yang jelas adalah bahwa banyak kesalahpahaman tentang skema piramida dan kesempatan network marketing yang nyata. Tampaknya banyak orang tidak menyadari bahwa keduanya adalah hal yang berbeda dengan dua cara yang berbeda pula dalam menjalankan usaha.
MASALAH PERSEPSI
Satu hal yang pasti, industri network marketing merupakan industri yang penuh tantangan perseptif dan di perekonomian dunia ketiga dimana industri tersebut memiliki tempatnya sendiri, minim sekali kesadaran dan hampir tidak ada peraturan atau hukum tentang hal tersebut. Hal ini semakin meningkatkan kesalah pahaman, keragu-raguan, dan keengganan terhadap industri tersebut. Terlebih lagi network marketing adalah kata pemasaran lisan, yang berarti jika ada empat juta orang yang mempromosikan bisnis ini, maka ada empat juta peluang terhadap kesalah pahaman, jika tidak ada penjelasan tentang kebenarannya.
PEMERATAAN KESEJAHTERAAN
Kesejahteraan yang tidak merata juga menjadi kekhawatiran tersendiri yang mempermainkan pikiran calon pemasaran jaringan, yang hendak menelusuri tawaran peluang industri tersebut yang tiada habisnya. Pada tahun 1906, ekonom Italia, Vilfredo Pareto menciptakan formula matematis yang menggambarkan ketimpangan kesejahteraan di negaranya, dengan pengamatan yang tajam bahwa 20% masyarakat menguasai 80% kesejahteraan. ‘Prinsip Pareto’ ini, atau yang kemudian disebut dengan hukum 80/20, memperlihatkan bahwa sebagian besar didalam hidup baik usaha, imbalan atau hasil, tidak pernah terbagi rata, karena selalu ada orang yang memberi kontribusi lebih daripada orang lain. Dan dengan menyadari bahwa mayoritas hasil berasal dari minoritas masukan, maka kita memusatkan perhatian kepada 20%,  itulah yang semakin membedakan dibandingkan dengan jika kita berupaya pada 80%, yang tidak menghasilkan banyak. sebagai contoh, jika 20% karyawan menyumbang 80% hasil, fokusnya harus pada pemberian imbalan kepada karyawan tersebut. Sama halnya jika 20% pelanggan menyumbang 80% pendapatan, maka harus dititik beratkan pada usaha memuaskan pelanggan.
PERBEDAAN
Jadi faktor-faktor apa pada model network marketing dalam perusahaan direct selling yang membedakan dari skema piramida atau tipuan? Berikut  adalah empat perbedaan utamanya.
  1. Perusahaan direct selling memberikan produk dan jasa yang berkualitas, tidak seperti skema piramida, dimana anda tidak memperoleh produk atau jasa berkualitas untuk investasi awal anda, perusahaan direct selling menghabiskan dana jutaan untuk penelitian dan pengembangan dalam menciptakan produk yang eksklusif, inovatif, dan berkualitas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup manusia di seluruh dunia
  2. Pelaku network marketing tidak mendapat komisi melalui rekrutmen, pelaku network marketing tidak harus merekrut anggota baru agar mendapat komisi, karena organisasi ini dirancang untuk memberikan imbalan kepada orang-orang yang mempromosikan produknya. Komisi yang diberikan bukan semata-mata karena rekrutmen tersebut, namun karena ada produk yang dijual pada setiap paket pemula. Pada sistem piramida, tidak ada imbalan finansial kecuali anda berhasil merekrut orang lain kedalam perusahaan
  3. Perusahaan direct selling membatasi program kompensasinya, sebagian besar perusahaan direct selling membatasi jumlah orang yang mendapat komisi dari penjualan, agar adil bagi semua orang. Sebaliknya, contoh umum pada skema piramida adalah ketika upline memperoleh semua uang, sementara downline ketinggalan karena ia direkrut belakangan
  4. Perusahaan direct selling memberikan jaminan kepada para pelaku network marketing mereka dan mencegah banjir produk, perusahaan direct selling resmi memperbolehkan para distributor menggunakan metode yang layak dalam menangani inventaris dan tidak mendorong banjir produk, Perusahaan tidak memperbolehkan pembelian besar-besaran terhadap produknya dengan tujuan meraih peluang bisnis yang ditawarkan. Hal ini menghasilkan fokus pada pengembangan jejaring yang benar dan berarti distributor tidak harus menjual terlalu banyak produk atau khawatir tentang persediaannya
  5. Network marketing bukanlah ‘skema menjadi kaya’, sejak awal, kebanyakan peluang network marketing menjanjikan kepada anda hasil dan kebebasan finansial jika anda bekerja keras, berpikir pintar, dan berusaha sukses. Perusahaan yang menjanjikan cara mudah untuk jadi kaya, mungkin hanyalah tipuan belaka
  6. Peluang network marketing didukung sarana bisnis, perusahaan direct selling resmi akan membantu anda mencatat status pembelian, pendapatan, komisi, dan pengiriman produk anda dengan menyediakan dukungan pelanggan sepenuhnya. Selain itu anda juga akan menerima buletin produk rutin, cara pemasaran dan promosi untuk membantu anda meningkatkan bisnis dan penghasilan anda
  7. Peluang network marketing memiliki sistem pelatihan yang solid, perusahaan direct selling memandang penting pelatihan terhadap pelaku network marketing mereka, dan mendorong banyak pelatih berkualitas yang memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk membantu anda lebih memahami bisnis dan produknya, dan mampu membimbing dan mengarahkan anda menuju sukses
  8. Perusahaan direct selling memiliki Kebijakan dan kode etik pemasaran, anda dapat membedakan peluang network marketing yang resmi melalui skema piramida berdasarkan fakta bahwa Kebijakan dan Prosedur bisnisnya tercantum secara resmi, yang mengikat para pelaku network marketing pada peraturan dan kesepakatan ketat. Pelanggaran terhadap aturan , atau Kebijakan dan Prosedur ini dapat dikenai tindakan. Sebagian besar perusahaan direct selling yakin dapat meraih pertumbuhan dan stabilitas jangka panjang dengan menciptakan budaya pemasaran etis.
“Pengetahuan adalah kekuatan. Maka ketika ada yang memberikan satu alasan mengapa mereka merasa bahwa bisnis network marketing anda hanyalah tipuan, anda dapat mengungkapkan delapan alasan sebaliknya.”
CARA DAFTAR QNET :
PENDAFTARAN QNET LANGSUNG 


ATAU 

PENDAFTARAN DI INDONESIA

0 komentar:

Poskan Komentar